Bening belum tentu Bersih ! Turbidity (Kekeruhan) Bisa Tak Kasap Mata !

Secara fisis air bersih biasanya diindikasikan dalam keadaan bning, tidak berbau, dan tidak berwarna. Namun tahukan anda beberapa penelitian memperlihatkan bahwa air yang bening ketika dilewatkan sebuah media filter akan menimbulkan perubahan warna dalam media. Hal tersebut diakibatkan akibat kehadiran zat-zat terlarut pada air yang biasanya disebit sebagai tingkat turbidity (kekeruhan).

Tingkat kekeruhan air merupakan salah satu parameter yang dijadikan kelayakan air baik untuk diminum. Menurut International Organization for Standardization (1999) kekeruhan adalah suatu keadaan dimana transparansi suatu zat cair berkurang akibat kehadiran zat-zat lainnya. Kehadiran zat-zat yang dimaksud terlarut dalam zat cair dan membuatnya seperti berkabut atau tidak jernih, sementara seringkali zat terlarut tersebut sama sekali tidak terlihat dan ketika dilakukan pengujian air ke laboratorium suatu tingkat kekeruhan tersebut melebihi ambang standart baku mutu air.

Standart baku mutu air yang di tetapkan oleh pemerintah lewat PerMenKes No. 32 (2017) dan PerMenKes No. 907 (2002) adalah 25 FTU untuk air sanitasi, sedangkan untuk air konsumsi disyaratkan memiliki tingkat kekeruhan kurang dari 1 FTU.

Salah satu teknologi praktis guna mengontrol tingkat turbidity adalah dengan menggunakan media filter pada air baku. Penggunaan media filter juga akan disesaikan dengan tingkat kekeruhan.

Beberapa Teknologi media filter adalah Pre filter, Quart Sand filter dan PP Spun Sediment. Pre-Filter biasanya digunakan pada tingkat kekeruhan yang rendah, sedangkan Quartz Sand filter media digunakan pada tingkat kekeruhan rendah. Sebagi pengaman akhir biasanya digunakan PP Spun Sediment agar partikel yang lolos dapat terjerap.

 

Share:

©PT LautanSolusiAirindo 2019. All rights reserved.