Tagged with 'filter air'

Mengenal TDS Dalam Air Minum dan Bahayanya Untuk Kesehatan

alat filter air reverse osmosis (RO)

Air yang bersih dan layak diminum merupakan salah satu kunci keberlangsungan hidup manusia. Namun sayangnya, karena adanya berbagai pencemaran yang disebabkan oleh kondisi alam, hal ini membuat kita jadi lebih sulit untuk menemukan air minum murni yang tidak memiliki kandungan berbahaya. Padahal seperti yang Anda ketahui, bahwa sebanyak 80% penyakit, infeksi, dan alergi dapat ditularkan melalui air.

Kemurnian air sendiri biasanya seringkali diukur dengan parameter Total Dissolved Solids, atau yang biasa disingkat sebagai TDS. Dalam bahasa Indonesia, TDS berarti total zat terlarut. Nah, zat terlarut yang ada di dalam kandungan air bisa berupa magnesium, kalsium, kalium, natrium, bikarbonat, klorida, sulfat, logam berat, bakteri, virus, dan berbagai mineral berbahaya lainnya yang dapat menjadi sumber penyakit.

Untuk lebih detailnya, berikut penjelasan mengenai TDS.

Apa Itu TDS?

TDS adalah konsentrasi ion bermuatan positif dan negatif yang ada di dalam air, dan tinggi atau rendahnya kandungan TDS tersebut dapat mempengaruhi kualitas air itu sendiri. TDS diukur dalam satuan ppm (parts per million), dan menurut lembaga negara India, Bureau of Indian Standards, tingkat konsentrasi maksimum TDS di dalam air yang boleh dikonsumsi oleh manusia adalah 500ppm.

Jika lebih dari itu, seperti air dengan konsentrasi TDS sekitar 1000ppm sudah tidak layak untuk diminum oleh manusia. Hal ini dikarenakan air tersebut sudah terkontaminasi oleh kandungan kalium, klorida, natrium, atau ion beracun lainnya dalam jumlah yang besar. Selain itu, air dengan tingkat TDS tinggi juga biasanya terasa tidak enak saat diminum, misalnya seperti ada sedikit rasa logam, asin, ataupun pahit.

Bagaimana TDS Mempengaruhi Kesehatan?

Air minum yang memiliki konsentrasi TDS yang tinggi dapat menyebabkan berbagai macam penyakit seperti mual, iritasi paru-paru, ruam, muntah, dan lain-lain. Bahkan jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama, air dengan kandungan TDS tinggi akan membuat tubuh Anda terpapar oleh berbagai bahan kimia dan racun berbahaya yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan kronis seperti kanker, hati, gagal ginjal, gangguan sistem saraf, melemahkan kekebalan tubuh, bahkan hingga dapat menyebabkan cacat pada bayi yang baru lahir.

Untuk memastikan apakah kandungan air minum di rumah Anda tidak memiliki tingkat TDS yang tinggi, Anda bisa mengetesnya sendiri menggunakan TDS meter. Jika ternyata ditemukan bahwa konsentrasinya sudah lebih dari 500ppm, maka sangat disarankan bagi Anda untuk berhenti mengkonsumsinya demi kesehatan Anda dan keluarga.

Bagaimana Cara Mengatasi Air Dengan TDS Tinggi?

Lantas, apa yang harus Anda lakukan untuk mengatasi air minum dengan tingkat TDS yang tinggi?

Salah satu cara yang praktis dan sangat direkomendasikan adalah dengan memasang filter air berbasis Reverse Omosis. Selain dapat meningkatkan rasa dan kualitas air minum, filter air RO juga sudah terbukti mampu menyaring berbagai kontamin berbahaya yang ada di dalam air seperti racun, bakteri, dan kotoran yang dapat menjadi sumber penyakit.

Namun untuk membuat fungsi dan kinerja filter air RO tetap maksimal, jangan lupa ya agar Anda selalu melakukan perawatan berkala dengan mengganti filter dan membran RO pada waktu yang sudah ditentukan.

Mengenal Water Purifier Dengan Sistem Reverse Osmosis dan Manfaatnya

filter air sumur bor Reverse Osmosis

Apakah Anda sudah pernah mendengar istilah Reverse Osmosis sebelumnya? Reverse Osmosis sendiri merupakan teknologi pengolahan air yang menggunakan membran semi-permeable sebagai filter utamanya untuk menghasilkan air murni berkualitas tinggi. Bagi kebanyakan orang, mungkin pemurnian air menggunakan sistem ini masih terdengar asing. Namun sebenarnya sistem Reverse Osmosis sudah digunakan sejak dahulu oleh berbagai perusahaan besar, baik itu untuk kebutuhan industri ataupun untuk membuat air kemasan botol yang bisa dijual.

Apa Itu Sistem Reverse Osmosis?

Reverse Osmosis merupakan proses pemurnian air yang dilakukan melalui beberapa kali tahapan penyaringan untuk menghilangkan kandungan molekul serta partikel berbahaya yang ada di dalamnya, seperti kontamin dan sedimen yang meliputi klorin, garam, metal, dan berbagai kotoran lainnya.

Tidak hanya itu, filter Reverse Osmosis juga dapat membunuh berbagai jenis mikroorganisme yang tidak diinginkan. Dengan melewati beberapa kali proses penyaringan, bahkan mikroorganisme yang dihancurkan tidak hanya pada tingkatan sel saja, melainkan sampai tingkat molekul. Hal ini pun membuat air yang dihasilkan menjadi lebih bersih dan murni.

Bagaimana Cara Reverse Osmosis Bekerja?

Proses pemurnian menggunakan sistem Reverse Osmosis dilakukan dengan cara memberikan tekanan pada air yang memiliki konsentrasi kontamin tinggi ke konsentrasi kontamin rendah, sehingga kontamin yang ada di dalam air bisa tersaring dan hanya menyisakan air bersih yang dapat langsung diminum.

Pada mesin filter biasanya terdapat empat proses penyaringan yang mencakup filter sedimen, filter pra-carbon, membran inti, dan filter post-carbon. Filter sedimen berfungsi untuk menghilangkan kotoran besar seperti debu, pasir, atau tanah agar tidak menyumbat filter lainnya. Filter pra-carbon bekerja dengan mengaktifkan karbon untuk menyaring kotoran yang seukuran butiran tepung seperti klorin, kloramin, dan senyawa kimia lainnya. Kemudian membran Reverse Osmosis akan menyaring molekul yang lebih berat dari air seperti sodium, flourida, logam berat, dan sebagainya. Lalu filter yang terakhir bertugas untuk memurnikan air yang sudah disaring sebelumnya dari elemen yang masih tersisa sampai benar-benar menjadi H2O murni.

Apa Keuntungan Menggunakan Reverse Osmosis?

Berbeda dengan filter karbon yang hanya mampu menyaring partikel berukuran 1 mikron saja, filter air Reverse Osmosis dapat memurnikan air hingga 99,9% dari berbagai jenis kontamin dan sedimen, bahkan juga sampai partikel terkecil yang berukuran 0,01 mikron.

Anda mungkin memiliki sumber mata air yang bersih untuk persediaan air di rumah, namun dalam proses perjalanan air tersebut dari sumber mata air hingga sampai ke pipa rumah Anda belum tentu sudah terjamin bebas dari berbagai kontamin yang ada di alam. Tanpa Anda sadari, bisa saja keran rumah Anda menghasilkan air dengan tingkat TDS yang tinggi, yang mana akan sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia, terlebih lagi dalam jangka waktu yang panjang. Menurut Wolrd Health Organization, air dengan konsentrasi TDS yang mencapai angka 1200ppm atau lebih dikhawatirkan dapat memberikan berbagai gangguan kesehatan berbahaya, seperti kanker dan ginjal.

Itu sebabnya, sangat disarankan bagi Anda untuk menggunakan water purifier dengan sistem Reverse Osmosis guna mendapatkan air bersih berkualitas yang aman dan menyehatkan untuk keluarga.

 

5 Cara Membuat Air Keran Aman Untuk Diminum

alat filter air sumur ro, bisa langsung minum dari kran air

Sejak jaman dahulu, air bersih merupakan salah satu kebutuhan yang menjadi kunci penting bagi kehidupan manusia. Namun sangat disayangkan, karena dewasa ini kebanyakan sumber air telah terkontaminasi oleh berbagai jenis polutan, bahkan juga termasuk air keran di rumah Anda.

Tapi tidak perlu khawatir, jika Anda tidak memiliki sumber air bersih lainnya untuk kebutuhan konsumsi, Anda masih tetap bisa menggunakan air keran sebagai sumber air minum dengan menghilangkan berbagai polutan berbahaya yang terkandung di dalamnya terlebih dahulu. Nah, untuk lebih jelasnya, berikut beberapa cara ampuh agar membuat air keran jadi aman untuk diminum.

  1. Gunakan Klorin

Seringnya, orang-orang hanya menggunakan klorin untuk membersihkan air kolam renang saja. Kendati demikian, Anda juga bisa menggunakan cara ini untuk menghilangkan racun pada air keran di rumah Anda, namun dengan catatan dalam jumlah yang sangat sedikit.

Untuk menggunakan klorin sebagai pemurni air, Anda hanya perlu menuangkan dua tetes cairan klorin yang tidak berbau ke dalam setiap dua liter air, atau delapan tetes untuk setiap galon. Umumnya, air keran bisa langsung diminum setelah 30 menit klorin dilarutkan. Namun untuk membunuh beberapa jenis bakteri, Anda mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama. Misalnya seperti jenis mikroorganisme norovirus Anda perlu menunggu selama satu jam, atau untuk jenis giarda Anda harus mendiamkan air terlebih dahulu setidaknya selama 45 menit sebelum diminum.

  1. Rebus Air

Salah satu cara alami lainnya untuk memurnikan air keran di rumah adalah dengan merebusnya. Metode ini biasanya tidak hanya digunakan oleh orang-orang yang tinggal di pedesaan saja, tapi juga termasuk di kota-kota besar.

Dengan merebus air pada suhu di atas 70° C, Anda dapat menghancurkan segala jenis mikroorganisme. Sebelum direbus, Anda bisa menyaringnya terlebih dahulu menggunakan kain yang halus jika air keran di rumah Anda cenderung kotor dan keruh. Setelah itu, rebus air sampai benar-benar mendidih paling tidak selama 60 detik lamanya. Namun jika Anda tinggal di lokasi dengan ketinggian 5000 kaki, Anda harus merebusnya selama tiga menit lamanya.

  1. Gunakan Teko Listrik

Metode ini sebenarnya sama seperti merebus air hingga mendidih, namun alih-alih menggunakan gas dan api untuk menghasilkan panas, Anda hanya membutuhkan aliran listrik saja. Dengan memanaskan air hingga mencapai suhu 100° C, Anda dapat menghancurkan berbagai jenis mikroorganisme yang ada di dalam air seperti bakteri atau parasit.

Namun jika Anda menggunakan teko listrik, perlu diperhatikan bahwa Anda tidak boleh merebus kembali air yang ada di dalam teko. Lebih baik Anda mengosongkan teko, kemudian merebusnya kembali dengan air yang baru. Hal ini dikarenakan selain dapat merusak rasanya, merebus ulang air bisa meningkatkan konsentrasi berlebih kandungan kimia tertentu yang sudah ada di dalamnya seperti nitrat, arsenik, dan flourida, dan dikhawatirkan dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan, terutama jika Anda sedang hamil atau memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

  1. Gunakan Yodium

Yodium dapat berperan untuk memurnikan air keran dengan cara menghancurkan mikroorganisme berbahaya pada tingkat sel, termasuk giarda, setelah dilarutkan di dalam air selama 50 menit. Namun sayangnya, yodium tidak dapat membunuh beberapa jenis parasit seperti cryptosporidium.

Jika Anda menggunakan yodium cair, cukup campurkan dua tetes untuk setiap liter air. Namun jika air tampak keruh, Anda bisa menambahkan sampai 10 tetes untuk setiap liter. Sedangkan jenis yodium  tablet biasanya dapat membersihkan hingga 2000 liter air minum. Perlu diingat bahwa yodium sangat sensitif dan mudah bereaksi terhadap cahaya, sehingga Anda harus menaruhnya di dalam wadah yang gelap. Selain itu, air yang dimurnikan dengan metode yodium sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh wanita hamil, anak-anak, atau orang dengan kondisi tiroid yang tidak sehat, sehingga cara ini hanyalah pilihan terakhir jika tidak ada cara lain untuk memurnikan air keran di rumah.

  1. Gunakan Filter Air

Salah satu cara lain untuk membuat air keran jadi aman diminum adalah dengan menggunakan filter air berbasis sistem Reverse Osmosis. Sistem ini bekerja menghilangkan kotoran melalui beberapa lapis penyaringan dan dapat membunuh mikroorganisme sampai ke tingkat molekul, sehingga Anda dapat menghasilkan air minum bersih tanpa racun. Selain itu, filter RO juga mampu melawan berbagai virus, bakteri, dan sedimen lainnya di dalam air, sehingga banyak perusahaan yang menggunakan metode ini, termasuk pabrik pengolahan dan industri militer.

Namun sistem filter air RO yang lebih kecil juga tersedia untuk kebutuhan rumah tangga, dan cara ini dianggap sebagai metode yang paling ideal untuk membersihkan saluran air di pipa rumah Anda.

Seperti yang Anda tahu, tubuh manusia membutuhkan asupan air bersih setiap harinya agar dapat berfungsi dengan baik. Nah, dengan beberapa metode di atas, Anda dapat dengan mudah menghasilkan air bersih yang aman di minum dari keran rumah Anda.

Mengenal Trihalometan dan Dampaknya Untuk Tubuh

mengenal trihalometan dan dampak untuk tubuh kita

Setiap pemilik sumur tidak hanya memperhatikan kebersihan air yang dihasilkan dari sumur saja. Namun, sebagai pemilik sumur, kita juga harus tahu mengenai berbagai hal yang dapat mengkontaminasi dan merusak kualitas air. Salah satu masalah kontaminasi sering terlewatkan adalah Trihalometan atau biasa disingkat dengan THM.

Seberapa bahayanya Trihalometan dan apa efeknya jika dikonsumsi secara terus-menerus? Berikut penjelasannya.

Apa Itu Trihalometan?

Trihalometan adalah senyawa yang terdiri dari empat bahan kimia, yaitu Kloroform, Bromodiklorometan, Dibromokolometan, dan Bromofrom. Senyawa ini terbentuk bersama dengan disinfeksi air yang dihasilkan dari klorin. Saat Anda menggunakan Klorin untuk mengendalikan kontaminasai mikroba di dalam air, Klorin yang tidak sengaja bereaksi dengan material organik yang sudah membusuk (daun, kayu, atau buah) akan menghasilkan senyawa berbahaya yang dinamakan Trihalometan.
Kandungan Trihalometan yang terdapat di dalam air tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Oleh sebab itu, kita sebagai pengguna sulit untuk mencari tahu apakah air sumur yang kita gunakan di rumah sudah terkontaminasi dengan Trihalometan atau belum.

Apakah Trihalometan Berbahaya?

Belum ada penelitian yang secara pasti menyebutkan bahwa Trihalometan dalam skala kecil dapat menyebabkan resiko penyakit berbahaya. Namun perlu Anda ketahui, dalam upaya untuk mencegah datangnya masalah kesehatan, Anda dianjurkan mengkonsumsi air yang mengandung Trihalometan sebaiknya dibatasi dan tidak lebih dari 0,03mg/L.
Jika Anda terus-menerus mengkonsumsi air yang memiliki kandungan Trihalometan lebih dari 0,03mg/L,  risiko Anda terkena kanker kolorektal (Jenis kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon) atau pada bagian paling bawah dari usus besar yang terhubung ke anus) maupun kanker kandung kemih. Bahkan, air yang memiliki kandungan klorin saja sudah dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti jantung, paru-paru, ginjal, hati, dan lain sebagainya.

Bagaimana Cara Menghilangkan Trihalometan?

Pada paragraf sebelumnya sudah dijelaskan bahwa Trihalometan merupakan senyawa kimia yang berbahaya. Namun, bukan berarti Anda tidak boleh menggunakan klorin sama sekali untuk air sumur. Penggunaan klorin sangat dibutuhkan untuk mengendalikan mikroorganisme, seperti bakteri dan virus yang dapat menjadi sumber penyakit. Penggunaan klorin jauh lebih bermanfaat dibandingkan senyawa Trihalometan yang memiliki potensi risiko bahaya yang lebih tinggi.
Adapun cara untuk menghilangkan kandungan berbahaya air sumur di rumah Anda adalah dengan memasang filter air yang menggunakan media Activated Carbon dengan High Grade. Anda juga bisa menggunakan System Reverse Osmosis.

Manfaat dan Kelebihan Menggunakan UV Sterilizer Untuk Air Minum

UV Sterilizer Watercare

UV sterilizer merupakan alat untuk mendisinfeksi bakteri yang ada dalam air dengan menggunakan sinar ultraviolet. Sinar tersebut bekerja dengan cara menembus patogen berbahaya yang terdapat di dalam air dan menghancurkan mikroorganisme penyebab penyakit dengan menyerang inti genetik (DNA), sehingga menghilangkan kemampuan mereka untuk bereproduksi.

 UV sterilizer merupakan metode yang lebih efektif dan aman bagi lingkungan. Sistem UV juga dapat menghancurkan 99,99% mikroorganisme berbahaya tanpa mengubah rasa atau bau air. System UV biasanya digunakan bersamaan dengan system pemurnian air seperti sistem RO,atau dengan system filtrasi kebutuhan air bersih,  Selain bermanfaat untuk membunuh bakteri dan kuman, UV sterilizer juga memiliki beberapa kelebihan lainnya.

  1. Filter air dengan sistem UV terhitung cepat dan hemat energi. Dibanding dengan merebus air sampai mendidih, UV sterilizer terbukti 20.000 kali lebih efektif untuk membunuh kuman.
  2. Dapat bekerja selama 24 jam setiap harinya untuk memastikan air minum di rumah Anda aman dan bebas bakteri.
  3. Tidak hanya lebih hemat biaya, UV sterilizer juga lebih efisien dan mudah dioperasikan dibanding penggunaan disinfeksi air lainnya.
  4. UV sterilizer merupakan solusi terbaik untuk membersihkan air tanpa bahan kimia beracun, karena prosesnya bekerja dengan menyerang struktur bakteri di dalam air secara fisik.
  5. Tidak mengandung pemanas atau bahan kimia aktif yang berbahaya, sehingga tidak akan mengurangi kualitas air.
  6. Tidak memerlukan banyak perhatian atau pengawasan. Setelah dipasang, UV sterilizer hanya butuh perawatan dan pemeliharaan yang minimal seperti servis tahunan.
  7. Sistem UV sterilizer sudah disetujui oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan, sehingga kemananannya lebih terjamin dan terpercaya.

Itu dia beberapa manfaat dan kelebihan menggunakan UV streilizer untuk air minum di rumah Anda.

 

4 Tips Untuk Merawat Filter Air Minum RO

Tips merawat filter air

Filter air minum Reverse Osmosis, atau biasa disingkat RO, sudah sering digunakan oleh banyak orang sebagai sumber penghasil air bersih untuk dikonsumsi atau diminum. Selain karena hasil penyaringan airnya yang higienis, hal tersebut juga disebabkan oleh cara kerjanya sendiri yang dirasa praktis.

Namun perlu Anda tahu, untuk membuat mesin RO tetap awet tentunya harus dilakukan perawatan secara berkala. Berikut beberapa tips penting untuk merawat filter air minum RO agar tahan lama.

  1. Jangan Malas Mengganti Filter

Filter dalam mesin RO merupakan komponen penting yang berfungsi untuk sistem pemurnian. Filter ini juga berguna untuk melindungi membran RO dari kerusakan karena proses penyaringan. Jika Anda malas mengganti filter tepat waktu, aliran air bisa tersumbat oleh partikel-partikel yang dapat mengurangi fungsi karbon. Dan jika dibiarkan terus-menerus, sumbatan partikel tersebut bisa menjadi tempat untuk berkembang biak bakteri.

  1. Rutin Mengganti Membran

Membran adalah item terpenting dalam mesin RO itu sendiri. Agar mesin tetap awet, selalu siapkan budget untuk biaya penggantian membran, paling tidak setiap tiga hingga lima tahun sekali. Hal ini sangat disarankan, terutama jika mesin RO yang Anda miliki digunakan untuk keperluan komersil seperti berjualan air minum. Sebab penggunaan mesin dalam jangka panjang lama-kelamaan akan membuat membran menjadi aus.

  1. Lakukan Pembersihan Sistem

Pembersihan sistem yang dilakukan secara rutin juga dapat memperpanjang masa pakai membran. Hal tersebut tentunya dapat mengurangi pengeluaran untuk biaya penggantian yang lebih mahal, sehingga membuat Anda bisa berhemat. Anda bisa melakukan pembersihan sistem dengan menggunakan bahan kimia yang berfungsi sebagai penghambat kerak, contohnya seperti biocide atau klorin.

  1. Pemeliharaan Secara Teratur

Jangan lupa untuk selalu melakukan pemeriksaan berkala pada sistem dengan memanggil tukang servis. Tapi sebelum itu, Anda juga perlu mencatat berbagai informasi penting mengenai produksi air minum yang dihasilkan oleh mesin, seperti kualitas, tekanan, laju air, dan suhu air. Informasi-informasi seperti itu akan sangat berguna bagi tukang servis untuk mengetahui jika ada kerusakan dalam mesin RO sehingga bisa dilakukan perbaikan dengan tepat.

Ada masanya ketika mesin akan mengalami keausan atau kerusakan, termasuk filter air RO yang Anda miliki. Namun dengan melakukan perawatan yang tepat, Anda bisa memperpanjang umur mesin sehingga masa pakainya pun akan lebih lama dan awet. Jadi selalu sisihkan budget untuk biaya pemeliharaan, demi menghindari kerusakan fatal pada komponen penting yang akan membutuhkan biaya lebih besar.

5 Manfaat Alat Penyaring Air yang Harus Anda Tahu

alat filter air reverse osmosis untuk menyaring virus dan bakteri

Tidak bisa dipungkiri, air merupakan kebutuhan dasar setiap manusia. Kita membutuhkan air untuk mandi, minum, memasak, mencuci, dan lain sebagainya. Kendati kita tidak bisa hidup tanpa air, namun masih banyak sekali orang yang masih kurang peduli terhadap air bersih. Padahal meski berwarna bening, namun belum tentu air yang dikonsumsi itu sudah menyehatkan. Ada banyak sekali kuman dan berbagai kandungan-kandungan berbahaya di dalamnya yang justru bisa menjadi sumber penyakit.

Karena itu, alat penyaring air berfungsi untuk membersihkan air kotor yang sudah tercemar agar kembali bersih dan bebas kontaminasi. Nah, berikut beberapa manfaat alat penyaring air yang wajib Anda ketahui.

  1. Meningkatkan Kualitas Air

Banyak orang yang berpikir, hanya dengan dimasak hingga mendidih air akan langsung bersih. Faktanya memasak air sampai mendidih hanya akan membunuh kuman saja, namun tidak dapat menghilangkan zat-zat berbahaya yang terkandung di dalamnya. Namun dengan alat penyaring air, air yang terkontaminasi akan jauh lebih bersih sehingga kualitasnya pun meningkat. Air yang berkualitas sudah pasti dapat menjaga imunitas tubuh, yang artinya membuat Anda akan semakin sehat dan tidak mudah terserang penyakit.

  1. Terbebas dari Kuman

Tidak hanya menghilangkan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh, alat penyaring air juga dapat membunuh kuman-kuman yang bisa mendatangkan berbagai penyakit seperti mual, diare, kram perut, dan lain sebagainya. Dengan alat penyaring air, maka air yang Anda konsumsi akan lebih menyehatkan dan sudah terjamin kebersihannya.

  1. Menyuburkan Tanaman

Tanpa disadari, air yang tercemar juga bisa berdampak buruk bagi tanaman di rumah Anda. Salah satu contoh kandungan yang bisa membuat tumubuhan cepat rusak dan mati adalah klorin. Karena itu, untuk mendapatkan air yang sehat dan bersih, gunakanlah alat penyaring air agar tumbuhan Anda tetap mekar dan segar.

  1. Mencuci Lebih Bersih

Meski bukan untuk dikonsumsi, tapi mencuci dengan air bersih juga merupakan kebutuhan yang tidak boleh dianggap remeh. Tanpa alat penyaring air, air di rumah Anda bisa saja berwarna keruh, kekuningan, atau berbau tidak enak. Padahal Anda membutuhkan persediaan air bersih untuk mencuci berbagai hal, seperti pakaian, buah dan sayur, atau alat-alat lainnya. Jadi pastikan Anda selalu memasang alat penyaring air agar barang yang dicuci jadi jauh lebih bersih.

  1. Alat Dapur Bebas Karat

Tahukah Anda bahwa endapan air yang tidak sehat ternyata juga dapat berpengaruh pada peralatan dapur? Hal tersebut bisa membuat alat-alat dapur lama-kelamaan jadi berkarat dan berwarna kecokelatan. Karena itu, untuk membuat peralatan dapur tetap awet dan bersih, gunakanlah penyaring air agar air yang dipakai untuk mencuci terbebas dari endapan.

Itu dia manfaat-manfaat alat penyaring air yang wajib diketahui. Nah, karena sekarang Anda sudah tahu, Anda bisa memulai hidup menjadi lebih sehat dengan memasang alat penyaring air yang memiliki banyak manfaat untuk membuat air di rumah jadi lebih berkualitas.

Tips Jitu Merawat Mesin RO Sehingga Tidak Mudah Aus

jual alat filter air sumur & sumur bor harga murah

Sebagai makhluk hidup, air tentunya menjadi kebutuhan pokok yang tak bisa dipisahkan. Sayangnya, belakangan persediaan air bersih menipis sedangkan populasi menusia terus meningkat. Itulah sebabnya kita memerlukan suatu teknologi yang dapat menyaring air tercemar salah satunya adalah dengan menggunakan mesin RO.

Apa Itu Mesin RO?

Mesin Reverse Osmosis atau yang kita kenal mesin RO adalah suatu mesin yang berfungsi untuk menyaring air agar terbebas dari kontaminan, mineral, ataupun logam berat lainnya. Hasil akhirnya tentu membuat air mendekati murni sehingga air tersebut menghasilkan output sesuai spesifikasi air yang dibutuhkan, seperti air langsung konsumsi, air untuk scalling mesin, ataupun tujuan lainnya.

Mesin Reverse Osmosis ini bila dilihat dari segi kapasitas produksi nya terbagi dalam 2 bagian yaitu type residential dan type industrial. Akhir-akhir ini seiring berkembangnya zaman sudah banyak juga perumahan-perumahan yg sudah sadar akan kepentingan air bersih dengan cara menginstalkan mesin Reverse Osmosis ini untuk kebutuhan konsumsi mereka.

Berbicara mengenai mesin reverse osmosis, dalam perawatannya mesin ini ternyata tidaklah sulit. Ingin tahu bagaimana cara merawat mesin RO? Simak di artikel berikut ini!

Mengganti Filter

Hal pertama yang perlu Anda perhatikan adalah jadwal penggantian filter mesin RO Anda. Sistem RO Anda mungkin memiliki tiga, empat atau lima tahap, jadi ketahuilah dengan tepat filter apa yang ada di setiap tahap sistem Anda (sesuai manual pemilik Anda) dan perhatikan kapan setiap filter harus diganti.

  • Filter Sedimen:
    Filter sedimen Anda harus diganti setiap 2 - 3 bulan. Tahap pra-filter ini dirancang untuk menyaring sedimen, lumpur dan kotoran dan sangat penting karena filter sedimen melindungi kotoran agar tidak sampai ke membran RO yang halus . Jika Anda gagal mengganti filter ini sesuai jadwal, kotoran dan lumpur dapat mencapai membran RO yang kemudian dapat dengan mudah tersumbat dan busuk.
  • Filter Karbon:
    Filter karbon ini dirancang untuk menghilangkan klorin dan kontaminan lainnya yang mempengaruhi kinerja dan kehidupan membran RO serta rasa dan bau air Anda. Filter ini biasanya juga harus diganti setiap 6 bulan.
  • Filter Poles:
    Dalam Sistem RO empat tahap, filter akhir akan "memoles" air untuk menghilangkan rasa dan bau yang tersisa di dalam air. Filter terakhir ini memastikan Anda mendapatkan air minum yang luar biasa. Filter ini juga harus diganti setiap 6 bulan.

Kegagalan mengganti filter sesuai jadwal penggantiannya tidak hanya menyebabkan kerusakan pada sistem, tetapi juga akan menyebabkan penurunan produksi air. Jadi, jika Anda melihat penurunan aliran air dari keran RO Anda , itu mungkin merupakan indikasi bahwa filter Anda telah mencapai akhir masa pakainya.

Memasang Kembali Membran

Membran RO berbentuk semipermeabel dimana hal tersebut dirancang untuk memungkinkan air masuk, tetapi menyaring hampir semua kontaminan tambahan. Jika Anda berhati-hati dalam mengganti sedimen dan filter karbon sesuai jadwal,  membran RO hanya perlu diganti setiap tahunnya. Tentu saja jadwalnya berbeda-beda tergantung kualitas air Anda dan penggunaan air rumah tangga.

Pembersihan Sistem

Pembersihan sistem secara teratur dapat memperpanjang masa pakai membran, sehingga mengurangi biaya penggantian. Pemeliharaan rutin pada sistem mesin RO dapat menghemat uang untuk komponen kecil yang mahal dan menyaring penggantian. Untuk sistem dengan pembersihan kimia dan termal, penting untuk memastikan bahwa sistem tersebut cukup kuat untuk bertahan dalam jangka waktu yang lama. Jika tidak, RO bisa memproduksi air dengan kualitas yang buruk tergantung kerusakan yang terjadi. 

Perlu diketahui bahwa selain merawat mesin RO dengan cara di atas, Anda juga perlu memperhatikan sanitasi dan pengisian ulang sistem setiap tahunnya. Ahli pengolahan air lokal Anda dapat menyediakan layanan pemeliharaan ini atau membaca manual pemilik sistem RO Anda.

Jika sistem osmosis balik diservis dan dirawat saat komponen aus (seperti keran dan tangki penyimpanan), sistem dapat bertahan selama bertahun-tahun, 10 hingga 15 tahun sangat mungkin! Pastikan Anda mengikuti jadwal filter membran dan mensterilkan / membersihkan sistem setiap tahunnya.

Beberapa Alasan Penting Untuk Memasang Filter Air

Alat Filter Air Minum

Untuk meminimalisir potensi air yang terkontaminasi, pasti Anda disarankan untuk memasang filter air di rumah Anda. Tanpa disadari, kondisi air memang dapat bertambah buruk dalam hitungan menit. Limbah rumah tangga, limbah komersil, industri, dan limbah kegiatan pertanian menjadi musuh untuk sumber air kita. Hal tersebut tentunya menyebabkan pencemaran yang mengerikan. Kandungan mikroorganisme, bahan kimia dan mineral anorganik yang berlebihan dapat menjadi ancaman untuk kesehatan Anda.

Tapi jangan takut, kali ini kami akan mengupas tuntas mengenai filter air dan beberapa alasan mengapa Anda harus menggunakannya.

Mengapa Kita Butuh Filter Air?

Seperti yang disebutkan di atas, ada banyak alasan mengapa kita membutuhkan filter air. Kendala tersebut akan mengancam sumber air yang kita gunakan. Maka dari itu, kami sudah menyimpulkan beberapa alasan mengapa Anda membutuhkan filter air?

Kualitas Air yang Menurun

Masalah kualitas air layak minum kini menjadi sebuah kendala yang disorot oleh masyarakat. Air tanah yang terlihat bersih bukan berarti layak minum. Hal ini karena ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu fisik, kimiawi, dan biologis.

Tentunya Anda tahu bahwa air tak layak minum bisa menimbulkan berbagai macam masalah, salah satunya adalah kesehatan. Terutama jika Anda memiliki anak-anak yang masih dalam masa tumbuh kembang dan antibodinya belum terbentuk dengan sempurna.

Berdasarkan Peraturan pemerintah No. 20 Tahun 1990, kadar (Fe) yang ada pada air minum hanya boleh dikisaran 0,3 mg/lt, sedanngkan untuk kadar Mangan (Mn) yang terdapat dalam air minum tidak boleh melebihi ambang 0,1 mg/lt. Oleh karena itu untuk mengatasinya beberapa kelompok melakukan kajian agar dapat melakukan pengolahan air sumur sehingga bisa langsung diminum. Ujicoba pengolahan ini sendiri menggunakan beberapa media filter air seperti mangan zeolit, pompa air baku hydro prosessor, karbon aktif, dan ultraviolet.

Dilansir dari Liputan6, para peneliti dari universitas UNPAD menemukan 45% air isi ulang mengandung bakteri dan sebagian besar air yang direbus juga masih mengandung bakteri. Dengan temuan ini, Anda tahu bahwa air isi ulang pun bukanlah air yang bisa Anda percaya. Untuk itu Anda membutuhkan filter air di rumah Anda agar air di rumah Anda bersih terjaga.

Selain itu filter air ini dapat digunakan menjernihkan serta menghilangkan zat berbahaya yang mungkin terkandung di dalamnya. Jenis filter air tertentu juga sudah memenuhi standar kebersihan sebuah air, namun untuk mengkonsumsinya anda harus memprosesnya kembali dengan cara dipanaskan (dimasak). Media penyaring yang digunakan pada jenis filter air bersih ini adalah karbon aktif, zeolite ataupun resin.

Menjaga Kesehatan Keluarga

Melanjutkan masalah dari kualitas air yang menurun, ada banyak penyakit yang mengintai Anda jika air di rumah Anda terkontaminasi. Dilansir dari laman Alodokter, ada beberapa penyakit dan kondisi yang ditimbulkan apabila Anda mengonsumsi air yang terkontaminasi kuman atau senyawa, seperti:

  • Kram perut
  • Mual
  • Diare
  • Gangguan ginjal
  • Tekanan darah tinggi
  • Apabila Anda memiliki anak yang berada di umur tumbuh dan kembang, maka ada resiko di mana perkembangan fisik dan mental bayi dan anak-anak yang mengonsumsi air ini dapat terganggu
  • Aliran darah yang mengangkut oksigen menjadi terhambat

Menjaga Tanaman Tetap Subur

Jika Anda adalah pecinta tanaman, Anda pasti tahu bahwa air bersih adalah salah satu komponen yang penting dalam pertumbuhannya. Kontaminan berbahaya dalam air yang tercemar dapat membuat tanaman Anda menjadi tidak sehat dan secara tidak langsung akan merusak taman minimalis di rumah Anda. Salah satu bahan berbahaya dalam air adalah klorin, klorin ini dapat menyerang tanaman organik dan pelan-pelan menjadi penyebab kematian tanaman tersebut.

Maka dari itu, Anda membutuhkan filter air untuk menjaga tanaman Anda tetap sehat dan tumbuh dengan maksimal.

Itulah beberapa alasan penting mengapa pemasangan filter air Anda sangatlah penting dilakukan. Filter air sendiri dapat dipasang untuk seluruh rumah tangga atau dipasang di satu titik saja. Selain hal di atas, ada banyak alasan yang juga tak kalah penting ketika Anda menggunakan penyaring air.

Sekarang apakah Anda sudah memasang filter air di rumah Anda?

3 Cara Membersihkan dan Menjernihkan Air Sumur Yang Kotor

air sumur bor

Sumber air yang biasanya digunakan oleh kebanyakan masyarakat di Indonesia untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, membersihkan lantai, bahkan untuk minum dan memasak adalah air sumur atau PAM (Perusahaan Air Minum). Untuk yang menggunakan sumber air dari PAM, masalah yang sering terjadi biasanya air berbau kaporit, mengingat bahan kimia ini seringkali digunakan untuk membuat air terhindar dari lumut, bakteri dan mikro organisme lainnya.

Lebih beragam lagi permasalahan sumber air yang diambil dari sumur, ada berbagai macam penyebab kotornya air sumur. Selain kesalahan saat membuat sumur seperti terlalu dekatnya sumur air dengan septic tank atau selokan, bisa jadi juga disebabkan karena resapan atau rembesan air laut bahkan bisa jadi juga disebabkan oleh hujan deras yang terjadi secara terus menerus.

Karena seringnya terjadi permasalahan air sumur itulah, Kali ini kami akan membahas bagaimana cara membersihkan air sumur yang  kotor. Berikut 3 Cara diantaranya:

Menggunakan Zat Kimia

Adanya kotoran dan bakteri yang menempel di pipa, bisa saja menjadi penyebab terjadinya air sumur kotor saat digunakan. Selain membersihkan pipanya, kita dapat juga melakukan pembersihan pada penampungan airnya. 

Untuk menjernihkan serta menghilangkan bau tak sedap pada air sumur, menggunakan bahan kimia seperti Kaporit atau Sodium Hipoklorit yang bisa anda dapatkan di toko kimia dapat menjadi cara yang dipilih. Namun penggunaannya tidak boleh berlebihan karena bisa menyebabkan terganggunya kesehatan jika digunakan berlebihan.

Biasanya takaran yang digunakan adalah 1 sendok makan untuk ukuran 1000 liter air. Semakin besar daya tampung, semakin banyak takaran kaporit atau sodium hipoklorit yang digunakan. Bisa juga dicampurkan dengan bahan alami seperti tawas yang sudah dihaluskan, sebagai contoh apabila lebih dari 1000 liter, anda bisa menggunakan 1 sendok makan kaporit dan tambahan 3 sendok makan tawas. Untuk tetap menjaga kualitas air, pembersihan rutin terhadap pengendapan sebaiknya dilakukan.

Menggunakan bahan alami

Selain bahan yang mengandung zat kimia, bahan alami sepenuhnya juga dapat menjadi pilihan anda ketika ingin membersihkan air sumur yang kotor, Seperti misalnya menggunakan Tawas yang bisa cukup mudah anda peroleh di toko bahan bangunan. Untuk cara penggunaannya, yakni dengan mengaluskan tawas terlebih dahulu, kemudian masukkan tawas ke dalam wadah yang berisi air dengan takaran 1 Kg awas untuk 1000 liter air lalu aduk hingga tawas tersebut larut.

Air tawas yang sudah selesai dibuat tersebut hanya tinggal dituangkan ke dalam sumur. Jika air sumur belum jernih, tambahkan lagi air tawas dengan jumlah setengahnya atau bahkan jumlah yang sama. Selain tawas, bahan alami yang bisa digunakan untuk menjernihkan sumur yang kotor adalah Arang kelapa. Batok kelapa mengandung karbon aktif sehingga dapat mengikat kotoran dan cara ini seringkali dianggap cara yang ampuh untuk menjernihkan air.

Penggunaanya juga cukup mudah, yaitu dengan menyesuaikan jumlah arang kelapa dengan kedalaman sumur, sebaikya jangan terlalu banyak ataupun sedikit. Kemudian membungkus arang kelapa menggunakan kain, lalu masukan arang kelapa yang dibungkus kain tersebut ke dalam sumur.

Menggunakan Filter

Penggunaan filter air menurut cdc.org dapat menghilangkan proses biologis, zat kimia bahkan kotoran. Pemasangan filter air dapat dilkukan jika anda menggunakan pompa air.

Terdapat dua cara dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing caranya, yakni pertama dengan memasang filter air menuju tempat penampungan air, kekurangan dari cara ini yaitu pengambilan air oleh mesin dapat menjadi lebih lama. Cara kedua dengan memasang filter air dari bak penampungan, namun kekurangan cara ini adalah bisa saja  membuat bak penampungan menjadi lebih kotor dari sebelumnya.

      

©PT LautanSolusiAirindo 2019. All rights reserved.