Mengenal Trihalometan dan Dampaknya Untuk Tubuh

mengenal trihalometan dan dampak untuk tubuh kita

Setiap pemilik sumur tidak hanya memperhatikan kebersihan air yang dihasilkan dari sumur saja. Namun, sebagai pemilik sumur, kita juga harus tahu mengenai berbagai hal yang dapat mengkontaminasi dan merusak kualitas air. Salah satu masalah kontaminasi sering terlewatkan adalah Trihalometan atau biasa disingkat dengan THM.

Seberapa bahayanya Trihalometan dan apa efeknya jika dikonsumsi secara terus-menerus? Berikut penjelasannya.

Apa Itu Trihalometan?

Trihalometan adalah senyawa yang terdiri dari empat bahan kimia, yaitu Kloroform, Bromodiklorometan, Dibromokolometan, dan Bromofrom. Senyawa ini terbentuk bersama dengan disinfeksi air yang dihasilkan dari klorin. Saat Anda menggunakan Klorin untuk mengendalikan kontaminasai mikroba di dalam air, Klorin yang tidak sengaja bereaksi dengan material organik yang sudah membusuk (daun, kayu, atau buah) akan menghasilkan senyawa berbahaya yang dinamakan Trihalometan.
Kandungan Trihalometan yang terdapat di dalam air tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Oleh sebab itu, kita sebagai pengguna sulit untuk mencari tahu apakah air sumur yang kita gunakan di rumah sudah terkontaminasi dengan Trihalometan atau belum.

Apakah Trihalometan Berbahaya?

Belum ada penelitian yang secara pasti menyebutkan bahwa Trihalometan dalam skala kecil dapat menyebabkan resiko penyakit berbahaya. Namun perlu Anda ketahui, dalam upaya untuk mencegah datangnya masalah kesehatan, Anda dianjurkan mengkonsumsi air yang mengandung Trihalometan sebaiknya dibatasi dan tidak lebih dari 0,03mg/L.
Jika Anda terus-menerus mengkonsumsi air yang memiliki kandungan Trihalometan lebih dari 0,03mg/L,  risiko Anda terkena kanker kolorektal (Jenis kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon) atau pada bagian paling bawah dari usus besar yang terhubung ke anus) maupun kanker kandung kemih. Bahkan, air yang memiliki kandungan klorin saja sudah dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti jantung, paru-paru, ginjal, hati, dan lain sebagainya.

Bagaimana Cara Menghilangkan Trihalometan?

Pada paragraf sebelumnya sudah dijelaskan bahwa Trihalometan merupakan senyawa kimia yang berbahaya. Namun, bukan berarti Anda tidak boleh menggunakan klorin sama sekali untuk air sumur. Penggunaan klorin sangat dibutuhkan untuk mengendalikan mikroorganisme, seperti bakteri dan virus yang dapat menjadi sumber penyakit. Penggunaan klorin jauh lebih bermanfaat dibandingkan senyawa Trihalometan yang memiliki potensi risiko bahaya yang lebih tinggi.
Adapun cara untuk menghilangkan kandungan berbahaya air sumur di rumah Anda adalah dengan memasang filter air yang menggunakan media Activated Carbon dengan High Grade. Anda juga bisa menggunakan System Reverse Osmosis.

Share:

©PT LautanSolusiAirindo 2019. All rights reserved.