Article

Water Purification: Definisi dan Manfaatnya

water purification reverse osmosis

Water purification merupakan proses menghilangkan kontaminan yang berada di dalam air. Tujuan pemurnian air tersebut adalah untuk menghasilkan air bersih dan berkualitas yang layak untuk dikonsumsi oleh manusia. Selain sebagai air minum, water purification juga dirancang untuk berbagai tujuan lainnya, termasuk untuk memenuhi persyaratan aplikasi medis, farmakologi, kimia, dan industri.

Proses pemurnian pada air dapat menghilangkan berbagai kontaminan seperti pasir, tanah, partikel tersuspensi dari bahan organik, parasit, bakteri, ganggang, virus, jamur, dan logam beracun. Selain untuk menghilangkan kandungan berbahaya yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, water purification juga berguna untuk meningkatkan kualitas air dengan cara menghilangkan bau, memperbaiki rasa, serta, menjernihkan warnanya.

Secara kasat mata, Anda tidak mungkin dapat mengetahui apakah air keran di rumah Anda benar-benar aman untuk diminum hanya dengan melihatnya saja. Prosedur sederhana seperti merebus air pun tidaklah cukup untuk menangani semua kemungkinan kontaminan yang mungkin ada di dalam air. Bahkan, sumber mata air alami yang pada tahun 1800-an dulu dianggap aman untuk dikonsumsi, kini perlu dilakukan pengujian terlebih dahulu sebelum dapat digunakan untuk tujuan tertentu.

Tanpa Anda sadari, ada berbagai macam kontaminan yang dihasilkan dari air tanah seperti bakteri patogen bernama campylobacter atau protozoa patogen bernama cryptosporidium. Selain itu, berdasarkan lokasi di mana air tersebut mengalir, beberapa sumber air juga memiliki kandungan zat padat terlarut seperti karbonat, sulfat, dan magnesium.

Salah satu cara untuk menghilangkan berbagai kontaminan berbahaya di dalam air yang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius adalah dengan melakukan pemurnian air menggunakan filter air berbasis metode Reverse Osmosis. Dengan filter Reverse Osmosis, air akan disaring melalui empat tahapan proses, yaitu filter sedimen, filter pra-carbon, membran inti, dan terakhir adalah filter post-carbon. Kelebihan melakukan pemurnian air menggunakan metode ini adalah air yang dihasilkan akan benar-benar bersih dan aman untuk diminum secara langsung. Hal ini dikarenakan filter Reverse Osmosis mampu menyaring berbagai jenis partikel dan mikroorganisme berbahaya, bahkan hingga ukuran yang terkecil sekalipun, yaitu 0,01 mikron.

Karena kecanggihannya tersebut, sejak dahulu teknologi pengolahan air dengan menggunakan sistem Reverse Osmosis banyak dimanfaatkan oleh berbagai perusahaan untuk keperluan industri dan komersil. Namun saat ini filter air Reverse Osmosis juga sudah tersedia dalam skala yang lebih kecil untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Nah, guna mendapatkan air berkualitas dan menyehatkan yang layak dikonsumsi oleh Anda dan keluarga, Watercare sebagai spesialis masalah air menghadirkan alat-alat pengolahan air berbasis metode Reverse Osmosis yang dapat membersihkan air minum di rumah Anda dari kontamin berbahaya seperti polutan, virus, bakteri, dan mikroorganisme. Tim ahli kami juga memberikan layanan berupa konsultasi gratis mengenai masalah air Anda, dan akan membantu memberikan solusi terbaik untuk mengatasinya.

Jika ada pertanyaan atau ingin mengetahui informasi lebih lanjut, Anda bisa langsung menghubungi kontak kami yang tertera di website resmi Watercare.

Penyebab Air Sumur Kotor dan Solusi Untuk Mengatasinya

Jika Anda menggunakan sumur pribadi sebagai sumber air utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, pastinya Anda pernah mengalami beberapa masalah yang muncul seperti air yang berubah warna keruh atau kecoklatan. Selain sangat mengganggu karena aroma dan baunya yang tidak enak, air kotor yang dihasilkan dari sumur juga memiliki risiko yang dapat mempengaruhi kesehatan Anda dan keluarga, terutama jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang.

Penyebab Air Sumur Kotor

Ketika air sumur di rumah Anda mulai berubah warna dan tampak keruh, hal tersebut mungkin membuat Anda bertanya-tanya hal apakah yang menjadi penyebabnya. Nah, secara umum biasanya ada beberapa alasan utama yang membuat air sumur jadi kotor. Berikut di antaranya.

  1. Pipa rusak: Kerusakan pada pipa memungkinkan kotoran yang bersumber dari luar bercampur dengan air sumur Anda. Hal ini tentunya dapat membuat air berubah jadi keruh, bau, dan memiliki rasa yang tidak enak.
  2. Kandungan mineral: Kandungan mineral alami yang dihasilkan dari tanah dapat mempengaruhi kualitas air rumah Anda dan membuatnya terkontaminasi oleh berbagai kotoran seperti sedimen dan pasir.
  3. Kadar zat besi yang tinggi: Air yang memiliki kadar zat besi tinggi biasanya akan meninggalkan noda berwarna coklat atau merah pada perlengkapan mandi, cucian piring, serta pakaian Anda.
  4. Kandungan organik: Tidak hanya mineral saja, tapi air sumur yang dihasilkan dari alam juga dapat terkontaminasi oleh berbagai kandungan organik seperti vegetasi yang membusuk. Hal tersebut dapat memperburuk kualitas air dengan merubah rasa dan warnanya.

Cara Mengatasi Air Sumur Kotor

Air adalah bagian penting dari kehidupan sehari-hari, karena itu mendapatkan air bersih untuk kebutuhan konsumsi Anda dan keluarga merupakan hal utama. Jika air sumur di rumah Anda seringkali berubah kotor karena berbagai kontamin berbahaya, maka solusi terbaik untuk mengatasinya adalah dengan memasang filter air. Berikut beberapa manfaat menggunakan filter air di rumah Anda.

  1. Tidak hanya dapat menghilangkan kotoran seperti tanah atau pasir saja, filter air juga dapat menyaring berbagai polutan seperti logam berat yang berbahaya bagi tubuh.
  2. Mencuci dengan menggunakan air kotor yang berwarna keruh berpotensi merusak pakaian dan perlengkapan makan. Dengan memasang filter air yang dapat menghasilkan air bersih, Anda bisa sekaligus memperpanjang umur peralatan rumah tangga.
  3. Air kotor dapat memicu timbulnya rasa gatal atau iritasi kulit terutama bagi pemilik kulit sensitif. Namun jika sudah memasang filter air di rumah, Anda tidak perlu lagi mengkhawatirkan masalah tersebut.
  4. Filter air membantu Anda untuk menghemat penggunaan sabun. Hal ini dikarenakan air yang memiliki konsentrasi mineral tinggi seperti air sumur yang sudah terkontaminasi dapat mengurangi efektifitas sabun, sehingga Anda membutuhkan produk sabun yang lebih banyak untuk membuat busa.
  5. Meminum air bersih tidak hanya dapat menyehatkan tubuh saja, tapi juga meningkatkan kualitas dan rasa dari air itu sendiri.

Watercare sebagai spesialis masalah air menghadirkan alat-alat pengolahan air berbasis metode Reverse Osmosis yang dapat membersihkan air sumur di rumah Anda dari kontamin berbahaya seperti polutan, virus, bakteri, dan mikroorganisme. Tim ahli kami juga memberikan layanan berupa konsultasi gratis mengenai masalah air Anda, dan akan membantu memberikan solusi terbaik untuk mengatasinya.

Jika ada pertanyaan atau ingin mengetahui informasi lebih lanjut, Anda bisa langsung menghubungi kontak kami yang tertera di website resmi Watercare.

7 Masalah Kesehatan yang Disebabkan Oleh Pencemaran Air

Pencemaran air

Kebutuhan rumah tangga akan pasokan air minum bersih merupakan hal yang sangat penting. Bahkan menurut data yang bersumber dari World Health Organization, setidaknya ada lebih dari 3,4 juta orang di dunia yang meninggal setiap tahun karena penyakit yang ditularkan melalui air. Hal ini dikarenakan mengkonsumsi air tercemar yang sudah terapar oleh berbagai jenis kontamin tertentu seperti virus, bakteri, dan protozoa dapat menyebabkan penyakit berbahaya bagi tubuh.

Berikut beberapa dampak buruk bagi kesehatan tubuh apabila terus-menerus mengkonsumsi air kotor yang sudah tercemar.

  1. Salmonellosis

Selain dari konsumsi daging yang kurang matang, virus salmonella juga dapat ditularkan melalui feses hewan liar yang meninggalkan kotorannya di atau dekat sumber mata air seperti sungai, danau, kolam, sumur dan lain sebagainya. Gejala salmonellosis yang paling umum adalah muntah, diare, demam, sakit perut, dan lain sebagainya.

  1. Hepatitis A

Hepatitis A dapat ditularkan dengan mengkonsumsi air atau mencuci makanan menggunakan air yang sudah terkontaminasi oleh virus tersebut. Orang yang tinggal di daerah yang memiliki sumber air kotor lebih rentan untuk terkena penyakit ini. Beberapa gejala yang ditimbulkan oleh penyakit hepatitis A di antanya mual, kelelahan, berat badan turun, penyakit kuning, dan lain-lain.

  1. Cryptosporidiosis

Cryptosporidiosis merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh parasit mikroskopis dan menargetkan usus inangnya. Bahkan hanya dengan berenang di dalam air yang terkontaminasi organisme tersebut, Anda sudah dapat tertular penyakit ini. Gejala dari cryptosporidiosis dapat berupa muntah, diare, mual, demam, sakit kepala, dan sebagainya.

  1. Tifus

Tifus adalah jenis penyakit berbahaya yang sangat mengancam jiwa. Tifus disebabkan oleh bakteri bernama salmonella typhi yang dapat mengkontaminasi air, dan berpotensi untuk menginfeksi saluran darah dan usus manusia. Gejala yang ditimbulkan berupa demam tinggi terus-menerus, ruam atau bintik merah, sakit kepala, dan lain-lain.

  1. Kolera

Kolera disebabkan oleh jenis bakteri bernama vibrio chloerae, biasanya ditularkan melalui air yang dicemarkan oleh feses melalui limbah di saluran air. Beberapa gejala penyakit kolera seperti dehidrasi, muntah terus-menerus, diare dalam jumlah banyak, atau sakit kepala. Dalam kasus terburuk, penyakit ini juga bisa menyebabkan kematian jika tidak segera diatasi.

  1. Diare

Diare adalah penyakit paling umum yang disebabkan oleh pencemaran air. Diare bisa disebabkan karena infeksi usus akibat mengkonsumsi air minum yang terkontaminasi oleh patogen dari kotoran hewan atau manusia.

  1. Kanker

Mengkonsumsi air minum yang tercemar bahan kimia berbahaya meningkatkan risiko untuk terkena kanker. Hal ini dikarenakan zat kontamin yang ada di dalam air dapat merusak DNA di dalam tubuh dan menyebabkan tumor. Kanker adalah jenis penyakit ganas yang sudah merenggut nyawa banyak orang di seluruh dunia.

Daftar di atas hanyalah beberapa dari sekian banyaknya penyakit yang bisa ditimbulkan akibat mengkonsumsi air tercemar. Demi melindungi diri Anda dan keluarga dari berbagai masalah kesehatan, Watercare sebagai spesialis masalah air menghadirkan alat-alat pengolahan air berbasis metode Reverse Osmosis yang dapat membersihkan air minum di rumah Anda dari kontamin berbahaya seperti polutan, virus, bakteri, dan mikroorganisme. Tim ahli kami juga memberikan layanan berupa konsultasi gratis mengenai masalah air Anda, dan akan membantu memberikan solusi terbaik untuk mengatasinya.

Jika ada pertanyaan atau ingin mengetahui informasi lebih lanjut, Anda bisa langsung menghubungi kontak kami yang tertera di website resmi Watercare.

Mengenal TDS Dalam Air Minum dan Bahayanya Untuk Kesehatan

alat filter air reverse osmosis (RO)

Air yang bersih dan layak diminum merupakan salah satu kunci keberlangsungan hidup manusia. Namun sayangnya, karena adanya berbagai pencemaran yang disebabkan oleh kondisi alam, hal ini membuat kita jadi lebih sulit untuk menemukan air minum murni yang tidak memiliki kandungan berbahaya. Padahal seperti yang Anda ketahui, bahwa sebanyak 80% penyakit, infeksi, dan alergi dapat ditularkan melalui air.

Kemurnian air sendiri biasanya seringkali diukur dengan parameter Total Dissolved Solids, atau yang biasa disingkat sebagai TDS. Dalam bahasa Indonesia, TDS berarti total zat terlarut. Nah, zat terlarut yang ada di dalam kandungan air bisa berupa magnesium, kalsium, kalium, natrium, bikarbonat, klorida, sulfat, logam berat, bakteri, virus, dan berbagai mineral berbahaya lainnya yang dapat menjadi sumber penyakit.

Untuk lebih detailnya, berikut penjelasan mengenai TDS.

Apa Itu TDS?

TDS adalah konsentrasi ion bermuatan positif dan negatif yang ada di dalam air, dan tinggi atau rendahnya kandungan TDS tersebut dapat mempengaruhi kualitas air itu sendiri. TDS diukur dalam satuan ppm (parts per million), dan menurut lembaga negara India, Bureau of Indian Standards, tingkat konsentrasi maksimum TDS di dalam air yang boleh dikonsumsi oleh manusia adalah 500ppm.

Jika lebih dari itu, seperti air dengan konsentrasi TDS sekitar 1000ppm sudah tidak layak untuk diminum oleh manusia. Hal ini dikarenakan air tersebut sudah terkontaminasi oleh kandungan kalium, klorida, natrium, atau ion beracun lainnya dalam jumlah yang besar. Selain itu, air dengan tingkat TDS tinggi juga biasanya terasa tidak enak saat diminum, misalnya seperti ada sedikit rasa logam, asin, ataupun pahit.

Bagaimana TDS Mempengaruhi Kesehatan?

Air minum yang memiliki konsentrasi TDS yang tinggi dapat menyebabkan berbagai macam penyakit seperti mual, iritasi paru-paru, ruam, muntah, dan lain-lain. Bahkan jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama, air dengan kandungan TDS tinggi akan membuat tubuh Anda terpapar oleh berbagai bahan kimia dan racun berbahaya yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan kronis seperti kanker, hati, gagal ginjal, gangguan sistem saraf, melemahkan kekebalan tubuh, bahkan hingga dapat menyebabkan cacat pada bayi yang baru lahir.

Untuk memastikan apakah kandungan air minum di rumah Anda tidak memiliki tingkat TDS yang tinggi, Anda bisa mengetesnya sendiri menggunakan TDS meter. Jika ternyata ditemukan bahwa konsentrasinya sudah lebih dari 500ppm, maka sangat disarankan bagi Anda untuk berhenti mengkonsumsinya demi kesehatan Anda dan keluarga.

Bagaimana Cara Mengatasi Air Dengan TDS Tinggi?

Lantas, apa yang harus Anda lakukan untuk mengatasi air minum dengan tingkat TDS yang tinggi?

Salah satu cara yang praktis dan sangat direkomendasikan adalah dengan memasang filter air berbasis Reverse Omosis. Selain dapat meningkatkan rasa dan kualitas air minum, filter air RO juga sudah terbukti mampu menyaring berbagai kontamin berbahaya yang ada di dalam air seperti racun, bakteri, dan kotoran yang dapat menjadi sumber penyakit.

Namun untuk membuat fungsi dan kinerja filter air RO tetap maksimal, jangan lupa ya agar Anda selalu melakukan perawatan berkala dengan mengganti filter dan membran RO pada waktu yang sudah ditentukan.

Mengenal Water Purifier Dengan Sistem Reverse Osmosis dan Manfaatnya

filter air sumur bor Reverse Osmosis

Apakah Anda sudah pernah mendengar istilah Reverse Osmosis sebelumnya? Reverse Osmosis sendiri merupakan teknologi pengolahan air yang menggunakan membran semi-permeable sebagai filter utamanya untuk menghasilkan air murni berkualitas tinggi. Bagi kebanyakan orang, mungkin pemurnian air menggunakan sistem ini masih terdengar asing. Namun sebenarnya sistem Reverse Osmosis sudah digunakan sejak dahulu oleh berbagai perusahaan besar, baik itu untuk kebutuhan industri ataupun untuk membuat air kemasan botol yang bisa dijual.

Apa Itu Sistem Reverse Osmosis?

Reverse Osmosis merupakan proses pemurnian air yang dilakukan melalui beberapa kali tahapan penyaringan untuk menghilangkan kandungan molekul serta partikel berbahaya yang ada di dalamnya, seperti kontamin dan sedimen yang meliputi klorin, garam, metal, dan berbagai kotoran lainnya.

Tidak hanya itu, filter Reverse Osmosis juga dapat membunuh berbagai jenis mikroorganisme yang tidak diinginkan. Dengan melewati beberapa kali proses penyaringan, bahkan mikroorganisme yang dihancurkan tidak hanya pada tingkatan sel saja, melainkan sampai tingkat molekul. Hal ini pun membuat air yang dihasilkan menjadi lebih bersih dan murni.

Bagaimana Cara Reverse Osmosis Bekerja?

Proses pemurnian menggunakan sistem Reverse Osmosis dilakukan dengan cara memberikan tekanan pada air yang memiliki konsentrasi kontamin tinggi ke konsentrasi kontamin rendah, sehingga kontamin yang ada di dalam air bisa tersaring dan hanya menyisakan air bersih yang dapat langsung diminum.

Pada mesin filter biasanya terdapat empat proses penyaringan yang mencakup filter sedimen, filter pra-carbon, membran inti, dan filter post-carbon. Filter sedimen berfungsi untuk menghilangkan kotoran besar seperti debu, pasir, atau tanah agar tidak menyumbat filter lainnya. Filter pra-carbon bekerja dengan mengaktifkan karbon untuk menyaring kotoran yang seukuran butiran tepung seperti klorin, kloramin, dan senyawa kimia lainnya. Kemudian membran Reverse Osmosis akan menyaring molekul yang lebih berat dari air seperti sodium, flourida, logam berat, dan sebagainya. Lalu filter yang terakhir bertugas untuk memurnikan air yang sudah disaring sebelumnya dari elemen yang masih tersisa sampai benar-benar menjadi H2O murni.

Apa Keuntungan Menggunakan Reverse Osmosis?

Berbeda dengan filter karbon yang hanya mampu menyaring partikel berukuran 1 mikron saja, filter air Reverse Osmosis dapat memurnikan air hingga 99,9% dari berbagai jenis kontamin dan sedimen, bahkan juga sampai partikel terkecil yang berukuran 0,01 mikron.

Anda mungkin memiliki sumber mata air yang bersih untuk persediaan air di rumah, namun dalam proses perjalanan air tersebut dari sumber mata air hingga sampai ke pipa rumah Anda belum tentu sudah terjamin bebas dari berbagai kontamin yang ada di alam. Tanpa Anda sadari, bisa saja keran rumah Anda menghasilkan air dengan tingkat TDS yang tinggi, yang mana akan sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia, terlebih lagi dalam jangka waktu yang panjang. Menurut Wolrd Health Organization, air dengan konsentrasi TDS yang mencapai angka 1200ppm atau lebih dikhawatirkan dapat memberikan berbagai gangguan kesehatan berbahaya, seperti kanker dan ginjal.

Itu sebabnya, sangat disarankan bagi Anda untuk menggunakan water purifier dengan sistem Reverse Osmosis guna mendapatkan air bersih berkualitas yang aman dan menyehatkan untuk keluarga.

 

5 Cara Membuat Air Keran Aman Untuk Diminum

alat filter air sumur ro, bisa langsung minum dari kran air

Sejak jaman dahulu, air bersih merupakan salah satu kebutuhan yang menjadi kunci penting bagi kehidupan manusia. Namun sangat disayangkan, karena dewasa ini kebanyakan sumber air telah terkontaminasi oleh berbagai jenis polutan, bahkan juga termasuk air keran di rumah Anda.

Tapi tidak perlu khawatir, jika Anda tidak memiliki sumber air bersih lainnya untuk kebutuhan konsumsi, Anda masih tetap bisa menggunakan air keran sebagai sumber air minum dengan menghilangkan berbagai polutan berbahaya yang terkandung di dalamnya terlebih dahulu. Nah, untuk lebih jelasnya, berikut beberapa cara ampuh agar membuat air keran jadi aman untuk diminum.

  1. Gunakan Klorin

Seringnya, orang-orang hanya menggunakan klorin untuk membersihkan air kolam renang saja. Kendati demikian, Anda juga bisa menggunakan cara ini untuk menghilangkan racun pada air keran di rumah Anda, namun dengan catatan dalam jumlah yang sangat sedikit.

Untuk menggunakan klorin sebagai pemurni air, Anda hanya perlu menuangkan dua tetes cairan klorin yang tidak berbau ke dalam setiap dua liter air, atau delapan tetes untuk setiap galon. Umumnya, air keran bisa langsung diminum setelah 30 menit klorin dilarutkan. Namun untuk membunuh beberapa jenis bakteri, Anda mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama. Misalnya seperti jenis mikroorganisme norovirus Anda perlu menunggu selama satu jam, atau untuk jenis giarda Anda harus mendiamkan air terlebih dahulu setidaknya selama 45 menit sebelum diminum.

  1. Rebus Air

Salah satu cara alami lainnya untuk memurnikan air keran di rumah adalah dengan merebusnya. Metode ini biasanya tidak hanya digunakan oleh orang-orang yang tinggal di pedesaan saja, tapi juga termasuk di kota-kota besar.

Dengan merebus air pada suhu di atas 70° C, Anda dapat menghancurkan segala jenis mikroorganisme. Sebelum direbus, Anda bisa menyaringnya terlebih dahulu menggunakan kain yang halus jika air keran di rumah Anda cenderung kotor dan keruh. Setelah itu, rebus air sampai benar-benar mendidih paling tidak selama 60 detik lamanya. Namun jika Anda tinggal di lokasi dengan ketinggian 5000 kaki, Anda harus merebusnya selama tiga menit lamanya.

  1. Gunakan Teko Listrik

Metode ini sebenarnya sama seperti merebus air hingga mendidih, namun alih-alih menggunakan gas dan api untuk menghasilkan panas, Anda hanya membutuhkan aliran listrik saja. Dengan memanaskan air hingga mencapai suhu 100° C, Anda dapat menghancurkan berbagai jenis mikroorganisme yang ada di dalam air seperti bakteri atau parasit.

Namun jika Anda menggunakan teko listrik, perlu diperhatikan bahwa Anda tidak boleh merebus kembali air yang ada di dalam teko. Lebih baik Anda mengosongkan teko, kemudian merebusnya kembali dengan air yang baru. Hal ini dikarenakan selain dapat merusak rasanya, merebus ulang air bisa meningkatkan konsentrasi berlebih kandungan kimia tertentu yang sudah ada di dalamnya seperti nitrat, arsenik, dan flourida, dan dikhawatirkan dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan, terutama jika Anda sedang hamil atau memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

  1. Gunakan Yodium

Yodium dapat berperan untuk memurnikan air keran dengan cara menghancurkan mikroorganisme berbahaya pada tingkat sel, termasuk giarda, setelah dilarutkan di dalam air selama 50 menit. Namun sayangnya, yodium tidak dapat membunuh beberapa jenis parasit seperti cryptosporidium.

Jika Anda menggunakan yodium cair, cukup campurkan dua tetes untuk setiap liter air. Namun jika air tampak keruh, Anda bisa menambahkan sampai 10 tetes untuk setiap liter. Sedangkan jenis yodium  tablet biasanya dapat membersihkan hingga 2000 liter air minum. Perlu diingat bahwa yodium sangat sensitif dan mudah bereaksi terhadap cahaya, sehingga Anda harus menaruhnya di dalam wadah yang gelap. Selain itu, air yang dimurnikan dengan metode yodium sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh wanita hamil, anak-anak, atau orang dengan kondisi tiroid yang tidak sehat, sehingga cara ini hanyalah pilihan terakhir jika tidak ada cara lain untuk memurnikan air keran di rumah.

  1. Gunakan Filter Air

Salah satu cara lain untuk membuat air keran jadi aman diminum adalah dengan menggunakan filter air berbasis sistem Reverse Osmosis. Sistem ini bekerja menghilangkan kotoran melalui beberapa lapis penyaringan dan dapat membunuh mikroorganisme sampai ke tingkat molekul, sehingga Anda dapat menghasilkan air minum bersih tanpa racun. Selain itu, filter RO juga mampu melawan berbagai virus, bakteri, dan sedimen lainnya di dalam air, sehingga banyak perusahaan yang menggunakan metode ini, termasuk pabrik pengolahan dan industri militer.

Namun sistem filter air RO yang lebih kecil juga tersedia untuk kebutuhan rumah tangga, dan cara ini dianggap sebagai metode yang paling ideal untuk membersihkan saluran air di pipa rumah Anda.

Seperti yang Anda tahu, tubuh manusia membutuhkan asupan air bersih setiap harinya agar dapat berfungsi dengan baik. Nah, dengan beberapa metode di atas, Anda dapat dengan mudah menghasilkan air bersih yang aman di minum dari keran rumah Anda.

Mengenal Trihalometan dan Dampaknya Untuk Tubuh

mengenal trihalometan dan dampak untuk tubuh kita

Setiap pemilik sumur tidak hanya memperhatikan kebersihan air yang dihasilkan dari sumur saja. Namun, sebagai pemilik sumur, kita juga harus tahu mengenai berbagai hal yang dapat mengkontaminasi dan merusak kualitas air. Salah satu masalah kontaminasi sering terlewatkan adalah Trihalometan atau biasa disingkat dengan THM.

Seberapa bahayanya Trihalometan dan apa efeknya jika dikonsumsi secara terus-menerus? Berikut penjelasannya.

Apa Itu Trihalometan?

Trihalometan adalah senyawa yang terdiri dari empat bahan kimia, yaitu Kloroform, Bromodiklorometan, Dibromokolometan, dan Bromofrom. Senyawa ini terbentuk bersama dengan disinfeksi air yang dihasilkan dari klorin. Saat Anda menggunakan Klorin untuk mengendalikan kontaminasai mikroba di dalam air, Klorin yang tidak sengaja bereaksi dengan material organik yang sudah membusuk (daun, kayu, atau buah) akan menghasilkan senyawa berbahaya yang dinamakan Trihalometan.
Kandungan Trihalometan yang terdapat di dalam air tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Oleh sebab itu, kita sebagai pengguna sulit untuk mencari tahu apakah air sumur yang kita gunakan di rumah sudah terkontaminasi dengan Trihalometan atau belum.

Apakah Trihalometan Berbahaya?

Belum ada penelitian yang secara pasti menyebutkan bahwa Trihalometan dalam skala kecil dapat menyebabkan resiko penyakit berbahaya. Namun perlu Anda ketahui, dalam upaya untuk mencegah datangnya masalah kesehatan, Anda dianjurkan mengkonsumsi air yang mengandung Trihalometan sebaiknya dibatasi dan tidak lebih dari 0,03mg/L.
Jika Anda terus-menerus mengkonsumsi air yang memiliki kandungan Trihalometan lebih dari 0,03mg/L,  risiko Anda terkena kanker kolorektal (Jenis kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon) atau pada bagian paling bawah dari usus besar yang terhubung ke anus) maupun kanker kandung kemih. Bahkan, air yang memiliki kandungan klorin saja sudah dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti jantung, paru-paru, ginjal, hati, dan lain sebagainya.

Bagaimana Cara Menghilangkan Trihalometan?

Pada paragraf sebelumnya sudah dijelaskan bahwa Trihalometan merupakan senyawa kimia yang berbahaya. Namun, bukan berarti Anda tidak boleh menggunakan klorin sama sekali untuk air sumur. Penggunaan klorin sangat dibutuhkan untuk mengendalikan mikroorganisme, seperti bakteri dan virus yang dapat menjadi sumber penyakit. Penggunaan klorin jauh lebih bermanfaat dibandingkan senyawa Trihalometan yang memiliki potensi risiko bahaya yang lebih tinggi.
Adapun cara untuk menghilangkan kandungan berbahaya air sumur di rumah Anda adalah dengan memasang filter air yang menggunakan media Activated Carbon dengan High Grade. Anda juga bisa menggunakan System Reverse Osmosis.

Manfaat dan Kelebihan Menggunakan UV Sterilizer Untuk Air Minum

UV Sterilizer Watercare

UV sterilizer merupakan alat untuk mendisinfeksi bakteri yang ada dalam air dengan menggunakan sinar ultraviolet. Sinar tersebut bekerja dengan cara menembus patogen berbahaya yang terdapat di dalam air dan menghancurkan mikroorganisme penyebab penyakit dengan menyerang inti genetik (DNA), sehingga menghilangkan kemampuan mereka untuk bereproduksi.

 UV sterilizer merupakan metode yang lebih efektif dan aman bagi lingkungan. Sistem UV juga dapat menghancurkan 99,99% mikroorganisme berbahaya tanpa mengubah rasa atau bau air. System UV biasanya digunakan bersamaan dengan system pemurnian air seperti sistem RO,atau dengan system filtrasi kebutuhan air bersih,  Selain bermanfaat untuk membunuh bakteri dan kuman, UV sterilizer juga memiliki beberapa kelebihan lainnya.

  1. Filter air dengan sistem UV terhitung cepat dan hemat energi. Dibanding dengan merebus air sampai mendidih, UV sterilizer terbukti 20.000 kali lebih efektif untuk membunuh kuman.
  2. Dapat bekerja selama 24 jam setiap harinya untuk memastikan air minum di rumah Anda aman dan bebas bakteri.
  3. Tidak hanya lebih hemat biaya, UV sterilizer juga lebih efisien dan mudah dioperasikan dibanding penggunaan disinfeksi air lainnya.
  4. UV sterilizer merupakan solusi terbaik untuk membersihkan air tanpa bahan kimia beracun, karena prosesnya bekerja dengan menyerang struktur bakteri di dalam air secara fisik.
  5. Tidak mengandung pemanas atau bahan kimia aktif yang berbahaya, sehingga tidak akan mengurangi kualitas air.
  6. Tidak memerlukan banyak perhatian atau pengawasan. Setelah dipasang, UV sterilizer hanya butuh perawatan dan pemeliharaan yang minimal seperti servis tahunan.
  7. Sistem UV sterilizer sudah disetujui oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan, sehingga kemananannya lebih terjamin dan terpercaya.

Itu dia beberapa manfaat dan kelebihan menggunakan UV streilizer untuk air minum di rumah Anda.

 

Ini Dia Perbedaan Antara Hard Water dan Soft Water

perbedaan hard water dan soft water

Anda mungkin pernah mendengar istilah tentang air keras (hard water) dan air lunak (soft water) sebelumnya, dan membuat Anda bertanya-tanya apakah yang membuat air menjadi keras atau lunak, atau manakah air yang lebih sehat untuk dikonsumsi dari keduanya.

Nah, perlu Anda tahu, meskipun secara umum air bersih selalu tampak jernih, namun terdapat kandungan mineral dan bahan kimia kasat mata yang tidak terlihat di dalamnya. Konsentrasi mineral tertentu inilah yang membuat air disebut sebagai air keras, atau air sadah.

Apakah Perbedaannya?

Kesadahan air biasanya ditentukan oleh jumlah kalsium, magnesium, serta bermacam-macam mineral lain yang dikandungnya. Semakin tinggi kandungan mineralnya, maka akan semakin sadah atau keras pula air tersebut. Sedangkan air lunak alih-alih memiliki kadar kalsium dan magnesium yang tinggi, mereka cenderung memiliki konsentrasi natrium atau garam yang lebih banyak.

Untuk mencari tahu apakah air di rumah Anda adalah air keras atau air lunak, Anda tidak bisa hanya sekedar melihatnya saja. Namun, Anda bisa menemukan petunjuknya saat menggunakan air tersebut, entah itu untuk mencuci piring atau mencuci pakaian.

Air keras biasanya membuat produksi busa yang dihasilkan sabun menjadi lebih sedikit. Hal ini disebabkan karena kalsium yang terdapat di dalam air menahan produksi busa sabun, sehingga jika Anda mencuci piring atau baju dengan air keras, Anda perlu waktu lebih lama untuk membilasnya. Selain itu, air keras juga cenderung meninggalkan noda mineral atau bintik pada cucian piring atau pakaian Anda. Jika dibiarkan terus-menerus, air kerasa bisa membuat material pakaian jadi lebih mudah rusak.

Sedangkan ciri-ciri air lunak biasanya berupa produksi busa yang dihasilkan dari sabun terlihat normal dan mudah dibilas. Air lunak juga tidak akan meninggalkan noda mineral atau bintik, baik pada piring atau pakaian yang dicuci. Jika Anda meminum air lunak ada sedikit rasa asin yang samar di mulut, meskipun dalam banyak kasus perbedaannya tidak terlalu kentara.

Manakah yang Lebih Sehat?

Jika boleh dibilang, tentunya konsumsi air lunak jauh lebih menyehatkan dibandingkan dengan air keras. Namun bukan berarti mengkonsumsi air sadah secara terus-menerus juga dapat menimbulkan masalah kesehatan serius.

Bagaimanapun, efek samping dari mengkonsumsi air keras umumnya hanyalah menyebabkan kulit dan rambut mudah terasa kering dan gatal. Selain itu, kandungan mineral yang tinggi di dalam air keras juga cenderung merubah pH yang dimiliki kulit Anda, sehingga dapat meminimalisir perlindungan kulit terhadap bakteri atau infeksi kulit.

Itu dia perbedaan antara hard water dan soft water yang perlu Anda tahu. Dengan mengenali ciri-cirinya, kini Anda bisa mengetes sendiri apakah air yang dimiliki di rumah Anda adalah air keras ataukah air lunak.

©PT LautanSolusiAirindo 2019. All rights reserved.